Sumber daya air (SDA) merupakan elemen utama dalam menopang kehidupan dan pembangunan berkelanjutan. Air berperan sebagai kebutuhan dasar manusia sekaligus penggerak sistem pangan, energi, dan lingkungan hidup. Keterhubungan antar sektor tersebut membentuk konsep water-energy-food-environment nexus, yang menekankan bahwa keberlanjutan satu sektor bergantung pada keterkaitan dengan sektor lainnya.
Tantangan pengelolaan SDA di Indonesia semakin kompleks akibat perubahan iklim, urbanisasi, dan pertumbuhan penduduk. Data BNPB (2023) menunjukkan lebih dari 90% bencana di Indonesia berkaitan dengan air. Kapasitas tampung air nasional baru mencapai 12% dari potensi ideal (Kementerian PUPR, 2022), sehingga diperlukan peningkatan infrastruktur konservasi dan efisiensi pemanfaatan air.
Tekanan terhadap SDA juga berdampak pada sektor energi dan pangan. Produksi pangan masih bergantung pada sistem irigasi konvensional, sementara sektor energi menghadapi tantangan dekarbonisasi. Integrasi pengelolaan air, energi, dan pangan menjadi kunci ketahanan nasional berkelanjutan. Selain aspek teknis, tata kelola dan keadilan distribusi air juga penting untuk menghindari konflik kepentingan.
Perkembangan teknologi membuka peluang transformasi digital di sektor SDA melalui IoT, Big Data, dan AI untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pemantauan. Pendekatan Nature-Based Solutions (NbS) juga terbukti efektif memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim.
PIT ke-43 HATHI menjadi forum strategis untuk menghimpun gagasan, hasil penelitian, dan pengalaman praktis dari berbagai pemangku kepentingan guna mendorong penerapan teknologi inovatif dan tata kelola inklusif.
