Event Detail
PIT43 HATHI
I. Latar Belakang

Sumber daya air (SDA) merupakan elemen utama dalam menopang kehidupan dan pembangunan berkelanjutan. Air berperan sebagai kebutuhan dasar manusia sekaligus penggerak sistem pangan, energi, dan lingkungan hidup. Keterhubungan antar sektor tersebut membentuk konsep water-energy-food-environment nexus, yang menekankan bahwa keberlanjutan satu sektor bergantung pada keterkaitan dengan sektor lainnya.

Tantangan pengelolaan SDA di Indonesia semakin kompleks akibat perubahan iklim, urbanisasi, dan pertumbuhan penduduk. Data BNPB (2023) menunjukkan lebih dari 90% bencana di Indonesia berkaitan dengan air. Kapasitas tampung air nasional baru mencapai 12% dari potensi ideal (Kementerian PUPR, 2022), sehingga diperlukan peningkatan infrastruktur konservasi dan efisiensi pemanfaatan air.

Tekanan terhadap SDA juga berdampak pada sektor energi dan pangan. Produksi pangan masih bergantung pada sistem irigasi konvensional, sementara sektor energi menghadapi tantangan dekarbonisasi. Integrasi pengelolaan air, energi, dan pangan menjadi kunci ketahanan nasional berkelanjutan. Selain aspek teknis, tata kelola dan keadilan distribusi air juga penting untuk menghindari konflik kepentingan.

Perkembangan teknologi membuka peluang transformasi digital di sektor SDA melalui IoT, Big Data, dan AI untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pemantauan. Pendekatan Nature-Based Solutions (NbS) juga terbukti efektif memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim.

PIT ke-43 HATHI menjadi forum strategis untuk menghimpun gagasan, hasil penelitian, dan pengalaman praktis dari berbagai pemangku kepentingan guna mendorong penerapan teknologi inovatif dan tata kelola inklusif.

II. Tujuan

PIT ke-43 HATHI memiliki tujuan sebagai berikut:

  1. Menjadi wadah pertukaran informasi dan inovasi dalam pengelolaan SDA dan lingkungan.

  2. Mendorong kolaborasi antara akademisi, pemerintah, praktisi, dunia usaha, dan masyarakat.

  3. Menghasilkan rekomendasi strategis bagi kebijakan pengelolaan SDA berkelanjutan.

  4. Menumbuhkan kesadaran pentingnya interkoneksi antara air, pangan, energi, dan lingkungan.

III. Tema dan Sub Tema

Tema: 

Pengelolaan Cerdas Interkoneksi Air, Pangan, Energi, dan Lingkungan Menuju Kemandirian dan Kesejahteraan Nasional

Subtema

  1. Inovasi dan Transformasi Teknologi Bidang SDA

    • Pengembangan IoT, Big Data, dan AI.

    • Inovasi sistem irigasi adaptif.

    • Rekayasa hidraulika dan hidrologi untuk mitigasi bencana.

    • Teknologi konservasi air dan water reuse.

  2. Nature-Based Solution (NbS) Infrastructure Bidang SDA

    • Implementasi infrastruktur hijau.

    • Restorasi DAS dan pesisir berbasis alami.

    • Integrasi NbS dengan infrastruktur abu-abu.

    • Evaluasi manfaat ekonomi, sosial, dan ekologi.

  3. Penguatan Tata Kelola dan Regulasi untuk Diplomasi Air Berkeadilan

    • Reformasi kebijakan lintas sektor dan wilayah.

    • Diplomasi sumber daya air lintas batas.

    • Transparansi dan keadilan distribusi air.

    • Peran pemerintah daerah dan lembaga publik.

  4. Peran Serta Masyarakat dalam Kolaborasi Pengelolaan SDA

    • Pemberdayaan masyarakat lokal dan komunitas DAS.

    • Kolaborasi quadruple helix.

    • Pendidikan dan kampanye pelestarian air.

    • Studi kasus keberhasilan partisipasi masyarakat.

  5. Pembiayaan Inovatif dalam Operasi dan Pemeliharaan (O&P) Bidang SDA

    • Skema PPP dan pembiayaan berkelanjutan.

    • Model bisnis hijau dan insentif ekonomi.

    • Peran lembaga keuangan dan dana internasional.

    • Digitalisasi manajemen keuangan dan transparansi biaya.

IV. Tim Reviewer dan Editor

Reviewer:

Ir. Doddi Yudianto, Ph.D.; Prof. Dr. Ir. Budi Santoso W.; Prof. Dr. Ir. Sri Sangkawati, M.S.; Dr. Ir. Muhammad Rizal, M.Sc.; Prof. Denik Sri Krisnayanti; Dr. Mochammad Amron; Prof. Dr. Henny Herawati; Dr. Gusfan Halik, ST., MT.; Prof. Liany A. Hendratta; Ir. Joko Nugroho, S.T., M.T., Ph.D.

Editor: Ir. Albert Wicaksono, S.T., M.T., Ph.D.; Dr. Tursina, S.T., M.T.; Dr. Ir. Juliastuti, M.T.; Ir. Febrina P.Y. Sumanti, M.T.; Yureana Wijayanti, Ph.D.; Dr. Stefanus Barlian Soeryamassoeka.