Pontianak, 4 Juli 2026
MOMENTUM SEJARAH DI KHATULISTIWA BORNEO
Jumat, 4 Juli 2026, menjadi hari bersejarah bagi dunia keairan Kalimantan Barat. Bertempat di Kampus Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Pontianak, tepat di kota yang dilintasi garis Khatulistiwa dan dibelah Sungai Kapuas terpanjang di Indonesia, telah dilangsungkan dua agenda besar: Pelantikan Pengurus Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia Cabang Kalimantan Barat Periode 2026-2029 dan Seminar Nasional bertema “Water Futures, Hydraulics for Sustainable Borneo”.
Momentum ini bukan sekadar seremonial. Di hadapan lebih dari 300 peserta dari unsur pemerintah, akademisi, asosiasi, BUMD, swasta, dan mahasiswa, ikrar dikumandangkan: bahwa insan sumber daya air dan insinyur hidraulika Provinsi Kalimantan Barat siap menjadi garda terdepan dalam menjawab tantangan air abad 21.
Rangkaian kegiatan Pelantikan HATHI Cabang Kalimantan Barat Periode 2026 – 2029, telah dilaksanakan dengan pengucapan ikrar dan pelantikan oleh Sekretaris Umum HATHI, Dr. Muhammad Adek Rizaldi, ST, M.Tech dengan khidmat, Ketua HATHI Cabang Provinsi Kalimantan Barat terpilih beserta jajaran pengurus mengucapkan sumpah jabatan, berjanji menjunjung tinggi kode etik profesi, mengabdi untuk negeri, dan mendedikasikan keahlian teknik hidraulika bagi kemaslahatan masyarakat Provinsi Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, Sekretaris Umum HATHI menegaskan lima amanat bagi pengurus baru: Profesional, Berintegritas, Mengabdi, Inovatif, dan Mengakar.
Pelantikan turut disaksikan dan diberi sambutan oleh Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat, Iskandar Zulkarnain, ST, MT.
SEMINAR NASIONAL: MEMBEDAH MASA DEPAN AIR BORNEO
Usai pelantikan, agenda dilanjutkan dengan Seminar Nasional “Water Futures, Hydraulics for Sustainable Borneo”. Seminar ini menjadi forum ilmiah strategis untuk membedah posisi Kalbar di tengah krisis air global.
Keynote Speech disampaikan langsung oleh Sekretaris Umum HATHI, membongkar data dan fakta. “Pilihannya tegas: Kita kelola air, atau kita dikalahkan air. Dengan modal 221,8 miliar m³/tahun, Provinsi Kalimantan Barat jadi showcase provinsi ekuator yang bebas banjir, swasembada pangan, ekspor listrik hijau, tapi tetap berhutan,” pungkas Sekretaris Umum.
Seminar Nasional menghadirkan narasumber:
1. M. Tahid, S.T., M.P.P.M. – Kepala BWS Kalimantan I Pontianak - Pengembangan dan Pengelolaaan Sistem Irigasi dalam Mendukung Swasembada Pangan Provinsi Kalimantan Barat.
2. Dr. Eng. Ir. M. Meddy Danial< S.T., M.T., IPM – Dosen Teknik Kelautan Universitas Tanjungprura - Desalinasi : Solusi strategis Penyediaan Air Bersih di Kalimantan Barat.
3. Ir. Arfena Deah Lestari, S.T., M.Eng. – Dosen Teknik Kelautan Universitas Tanjungprura - Potensi Garam di Kalimantan Barat : Mengembangkan Potensi Lokal untuk Kemandirian Nasional.
4. Dr. Jane Elisabeth Wuysang, S.T., M.T. – Direktur PERUMDA Air Minum Tirta Senentang Kabupaten Sintang – Analisis Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Respon Hidrologi, Dinamika Air Tanah, Kualitas Air Baku unruk Ketahanan Air Berbasis Risk Based IWRM.
5. Prof. Dr. Ir. Henny Herawati, S.T., M.T., IPM, PU-SDA - Dosen Teknik Kelautan Universitas Tanjungprura – Tata Kelola Sungai Kapuas : Kunci Mitigasi Banjir dan Pembangunan Berkelanjutan Kalbar.
“Dari air untuk pangan, dari sungai untuk peradaban, dari Kalbar untuk Borneo yang lestari.”
Pada September 2026 akan dilaksanakan PIT ke 43 HATHI dan Konggres ke 15 HATHI di Yogyakarta, diharapkan partisipasi aktif Anggota HATHI dalam kegiatan PIT ke 43 HATHI dan khususnya Ketua HATHI Cabang seluruh Indonesia dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan Konggres ke 15 HATHI.
Salam Air, Salam Lestari.
